SEJARAH PASCASARJANA UNTIRTA

By Pascasarjana 12 Sep 2018, 13:36:00 WIB


Pada tahun 2005 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta membuka S2 program studi Manajemen Pendidikan dan Pendidikan Bahasa, mulai mandiri sejak tahun 2008 hingga sekarang.

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tidak hanya mengasuh program Sarjana dan Diploma III, akan tetapi juga menyelenggarakan pendidikan Pascasarjana. Pembukaan Program Magister (S2) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa merupakan sebuah respon atas mendesaknya kebutuhan tenaga profesional dalam berbagai bidang seiring dengan tuntutan perubahan di bidang pendidikand an pemerintahan, kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional merupakan suatu realitas sejalan dengan transformasi Banten yang semula hanya sebagai wilayah Pembantu Gubernur/Karesidenan yang tidak cukup hanya SDM aparatur memiliki kualifikasi pendidikan Sarjana (S1), karenanya untuk menjawab kebutuhan pengembangan Sumber Daya Manusia tenaga pendidikan dan kependidikan serta bidang-bidang profesi lainnya kehadiran Pascasarjana merupakan sebuah keniscayaan dan menjadi suatu kebutuhan. Selain itu, Pascasarjana merupakan kawah candradimuka pengembangan keilmuan yang dapat menghasilkan karya-karya ilmiah melalui riset unggulan dan menghasilkan lulusan yang memiliki kualifikasi teoretik, metodologis, analitik, dan praktis yang bermutu dalam ilmu pendidikan, Pendidikan Bahasa, Ilmu Hukum, Administrasi Publik, Ekonomi Akuntansi dan Manajemen. Secara khusus Program Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa bertujuan menghasilkan lulusan dengan kualifikasi sebagai berikut: menguasai teori-teori dalam disiplin ilmu pendidikan, pendidikan bahasa, ilmu hukum, ilmu administrasi publik, ekonomi akuntansi dan manajemen secara komprehensif dan terpadu; Mempunyai keinginan kuat untuk memajukan ilmu pendidikan, pendidikan bahasa, ilmu hukum, ilmu Administrasi Publik, Ekonomi Akuntansi dan Manajemen; Memiliki kepekaan terhadap perubahan-perubahan lingkungan akademik maupun lingkungan kerja, yang diwujudkan dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 

Setelah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri mengalami beberapa perubahan yang lebih baik. Perubahan ini menuntut Sivitas akademika mengembangkan misi yang sesuai dengan misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tercantum dalam lima pilar yaitu: 1) ketersediaan, 2) keterjangkauan, 3) kualitas (mutu dan relevansi), 4) keterjaminan, dan 5) kesetaraan. perluasan akses dan pemerataan,ketersediaan, dan keterjangkauan menuntut untirta untuk menyusun program berdasarkan pilar tersebut. oleh karena itu,penerimaan mahasiswa S1 pun dari tahun ke tahun semakin kompetitif dan mempertimbangkan hal-hal diatas,sehingga tersedia ruang yang terbuka bagi calon mahasiswa baik yang kemampuan ekonominya terbatas maupun berekonomi tinggi. atas dasar itu pulka menuntut untirta untuk menyediakan akses studi lanjut bagi mahasiswa S1. Lulusan yang kian tahun kian meningkat ditambah juga lulusan dari perguruan tinggi lain di propinsi Banten yang makin meningkat pula sehingga tuntutan masyarakat memperoleh kesempatan studi lanjut juga kian bertambah.

perkembangan di atas, menjadi tuntutan civitas akademika Universitas Sultan Ageng Tirtayasa untuk membuka Pascasarjana. oleh karena itu, pada tahun 2005 Untirta bekerja sama dengan Universitas Negerei Jakarta membuka S2 program studi Manajemen Pendidikan dan Pendidikan Bahasa telah meluluskan dua angkatan.Berbekal pengalaman bekerjasama dengan program pascasarjana Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2007, Untirta mengajukan ijin operasional dua program studi,yaitu:1)Teknologi Pembelajaran (TPM) dan 2)Pendidikan Bahasa indonesia (PBI).kedua program studi ini memperoleh ijin operasional pada tahun 2008.Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia beroleh ijin operasional nomor 3397D/T/2008 saat ini kedua program studi tersebut telah terakreditasi BAN PT. Program studi Pendidikan Bahasa Indonesia terakreditasi dengan nomor 022/BAN/-PT/AK-IX/S2/X/2011 dan Program Studi Teknologi Pembelajaran terakreditasi dengan nomor 012/SK/BAN-PT/AK-X/M/I/2013.

Tuntutan masyarakat mendorong agar Pascasarjana Untirta membuka program studi lain sesuai dengan kebutuhan. pada tahun 2009 Pascasarjana Untirta mengajukan Program Studi Ilmu Hukum dan Magister Administrasi Publik. pada tahun 2010 keluar ijin pertimbangan Dikti untuk program Studi Ilmu Hukum dengan nomor 3327.20/D2.2/2010 dan ijin operasional dengan nomor 158/E/O/2013. Sesuai surat Edaran Dirjen Dikti, berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi program studi yang mendapat ijin operasional setelah ditetapkan Undang-Undang Pendidikan  Tinggi, setara dengan terakreditasi C selama 6 bulan untuk mempersiapkan akreditas oleh BAN-PT.

Pada tahun 2012 Organisasi dan Tatakerja (OTK) Untirta mengalami perubahan sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan nomor 29 tahun 2012, pascasarjana Untirta sudah masuk dalam Organisasi dan Tata Kerja Universitas Sultan Ageng Tirtayasa hal ini berdampak positif karena Pascasarjana dapat mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan dukungan anggaran dari pemerintah.

Tuntutan masyarakat mendorong Pascasarjana Untirta agar membuka program studi lain sesuai dengan kebutuhan, pada tahun 2009 pascasarjana Untirta mengajukan Program Studi Magister Ilmu Hukum dan Magister Administrasi Publik. Pada tahun 2010 keluar ijin pertimbangan Dikti untuk Program Studi Ilmu Hukum dengan nomor 3327.20/D2.2/2010 dan ijin operasional dengan Nomor 158/E/O/2013. Pada tahun 2014, Pascasarjana Untirta diberi mandat untuk menyelenggarakan Program Studi Magister Administrasi Publik dan Program Studi Ilmu Administrasi melalui Surat Dirjen DIKTI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 343/E. E2/KL/2014 tentang Mandat penyelenggaraan program studi pada Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Sumber daya manusia Untirta semakin bertambah, kualifikasi dosen lulusan S-3, semakin mewarnai berbagai program studi. Pembukaan program studi untuk jenjang magister semakin jadi tantangan. Tantangan ini terus diubah menjadi peluang. pada tahun 2014 Untirta mendapatkan ijin pertimbangan nomor 710/E.22/KL/2014 untuk Program Studi Magister Manajemen dan nomor 815/E2.2/KL/2014 untuk Program Studi Akuntansi. Tahun 2014 ini juga beberapa program studi lain siap mengajukan pembukaan program studi S-2. Program studi Pendidikan Bahasa Inggris mendapat izin operasional Kemenristek Dikti No. 101/KPT/I/2016, tanggal 16 Februari 2016, Program studi Pendidikan Matematika mendapat izin operasional Kemenristek Dikti No. 281/KPT/I/2016 tanggal 29 Agustus 2016, dan Program studi Ilmu Pertanian mendapat izin operasional Kemenristek Dikti No. 428/KPT/I/2017 tanggal 1 Agustus 2017.

Saat ini Pascasarjana Untirta telah meluluskan 2.110 Magister yang telah mengabdi di berbagai instansi dan saat ini juga Pascasarjana Untirta sedang mengajukan Program studi (S2) yaitu:

  1. Magister Pendidikan Dasar
  2. Magister Teknik Elektro
  3. Magister Teknik Kimia
  4. Magister Lingkungan 
  5. Magister Ilmu Komunikasi
  6. Magister Pendidikan IPA

dan sedang menyiapkan untuk pembukaan Program Doktor (S3) Program Studi Teknologi Pembelajaran dan Pendidikan Bahasa Indonesia.


LINK AKADEMIK

Sistem Informasi Tugas Akhir dan Akademik (SISTA) Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) wisuda Online web Mail Tirta Repository Tirta Administrasi Tirta Jurnal Pengumuman PMB pengumuman UMM

Visitor Statistic

040924


Pengunjung Hari ini : 65
Total pengunjung : 40924
Hits hari ini : 401
Total Hits : 173787
Pengunjung Online : 1